Masyarakat dapat mengetahui posisi kesejahteraan keluarganya dalam Data Tunggal Sosial dan Ekonomi Nasional (DTSEN) melalui informasi desil yang tercatat pada data sosial ekonomi.
Pemerintah menggunakan DTSEN sebagai salah satu rujukan dalam menentukan sasaran berbagai program, termasuk bantuan sosial.
Pengecekan tersebut dapat dilakukan secara online dengan menggunakan Nomor Induk Kependudukan (NIK) yang tercantum pada KTP.
Masyarakat tidak perlu mendatangi kantor desa atau kelurahan hanya untuk melihat informasi desil karena pemeriksaan tersedia melalui kanal resmi yang dapat diakses menggunakan HP maupun komputer.
Mengenal Desil Dalam DTSEN
Desil pada DTSEN menunjukkan posisi relatif sebuah keluarga berdasarkan kondisi sosial dan ekonominya.
Pengelompokan tersebut terdiri dari 10 tingkatan, mulai dari desil 1 sampai desil 10. Dalam sistem tersebut, desil 1 berada pada kelompok dengan tingkat kesejahteraan relatif paling rendah, sedangkan desil 10 menempati kelompok dengan tingkat kesejahteraan relatif paling tinggi.
Penentuan desil tidak ditetapkan hanya dari besarnya pendapatan keluarga. Berbagai kondisi sosial ekonomi turut diperhitungkan, seperti keadaan tempat tinggal, kepemilikan aset, pengeluaran rumah tangga, pendidikan, serta akses terhadap layanan dasar.
BPS juga menjelaskan bahwa pengelompokan menggunakan berbagai karakteristik sosial ekonomi secara bersama-sama, sehingga satu indikator saja tidak otomatis menentukan posisi desil.
Cara Cek Desil Kemensos Di Website Cek Bansos
Masyarakat dapat menggunakan laman resmi Cek Bansos Kemensos untuk mengetahui data yang berkaitan dengan desil. Situs tersebut menyediakan pencarian berdasarkan NIK 16 digit sesuai KTP dan menggunakan DTSEN sebagai sumber data.
Pengecekan dapat dilakukan melalui HP ataupun komputer dengan tahapan berikut:
- Buka browser pada perangkat yang digunakan.
- Akses laman resmi Cek Bansos Kemensos.
- Masukkan NIK sebanyak 16 digit sesuai yang tercantum pada KTP.
- Ketik huruf kode atau captcha yang tersedia.
- Jika kode kurang jelas, lakukan penyegaran pada captcha.
- Pilih tombol Cari Data.
- Tunggu hingga sistem menyelesaikan proses pencarian.
Periksa hasil yang muncul, termasuk informasi sosial ekonomi dan kategori desil.
Apabila data NIK tercatat sebagai penerima bantuan, hasil pencarian juga dapat memuat informasi mengenai jenis bantuan dan status kepesertaan sesuai data yang tersedia pada sistem.
Cara Cek Desil Kemensos Di Aplikasi Cek Bansos
Selain melalui browser, pemeriksaan informasi sosial ekonomi juga dapat dilakukan menggunakan aplikasi Cek Bansos yang tersedia di HP.
Pengguna dapat mengikuti langkah berikut:
- Jalankan aplikasi Cek Bansos yang sudah terpasang.
- Buka menu Cek Bansos.
- Masukkan NIK sesuai KTP.
- Tekan opsi Cari Data.
- Tunggu sampai sistem menampilkan informasi keluarga.
- Lihat kategori desil yang tercantum.
- Periksa pula informasi bantuan apabila data tersebut tersedia.
Informasi dalam aplikasi maupun laman Cek Bansos dapat mengikuti pembaruan DTSEN. BPS menyebut DTSEN sebagai data yang terus dimutakhirkan, sehingga posisi desil seseorang dapat berubah seiring pembaruan kondisi dan data sosial ekonomi.
Cara Cek Desil Melalui Website BPS
Pilihan lainnya adalah menggunakan laman DTSEN yang dikelola Badan Pusat Statistik (BPS). Sebelum melakukan pengecekan, masyarakat perlu menyiapkan NIK dan tanggal lahir sesuai data yang tercatat.
Berikut prosedurnya:
- Buka situs DTSEN BPS melalui browser.
- Masukkan NIK.
- Isi kode captcha yang ditampilkan.
- Pilih menu Cek Desil.
- Masukkan tanggal lahir sesuai data.
- Tekan tombol Cek Data.
- Tunggu sampai hasil pemeriksaan muncul.
BPS memang menyediakan kanal Cek DTSEN sebagai salah satu sarana yang dapat digunakan masyarakat untuk memeriksa sekaligus mendukung proses pemutakhiran data.
Pembagian Desil 1 Sampai 10
Sepuluh kelompok dalam DTSEN dapat digunakan untuk melihat posisi relatif kesejahteraan keluarga. Pembagiannya adalah sebagai berikut:
- Desil 1: kelompok masyarakat dengan kondisi ekonomi sangat miskin atau ekstrem.
- Desil 2: kelompok masyarakat yang termasuk kategori miskin.
- Desil 3: masyarakat yang berada pada kelompok hampir miskin.
- Desil 4: masyarakat yang masuk kategori rentan miskin.
- Desil 5: kelompok yang berada dalam masa peralihan menuju kelas menengah.
- Desil 6 sampai 10: kelompok masyarakat kelas menengah hingga kelompok dengan tingkat ekonomi paling tinggi.
BPS menegaskan bahwa desil merupakan posisi relatif dalam pemeringkatan kesejahteraan, bukan ukuran tunggal yang menunjukkan jumlah pendapatan atau kekayaan sebuah keluarga.
Posisi tersebut juga dapat berubah mengikuti pemutakhiran data dan perubahan kondisi sosial ekonomi keluarga.
Desil Yang Menjadi Prioritas Untuk Bansos
Kelompok desil 1 sampai desil 4 mencakup sekitar 40 persen keluarga dengan posisi kesejahteraan terbawah.
Kelompok tersebut menjadi prioritas dalam pengusulan sejumlah bantuan sosial, termasuk Program Keluarga Harapan (PKH) dan bantuan sembako atau BPNT, dengan tetap mengikuti ketentuan masing-masing program.
Informasi pada laman resmi Cek Bansos juga menyebut desil 1-4 sebagai kelompok yang dapat diusulkan untuk PKH dan Sembako.
Desil 5 masih dapat masuk dalam sasaran program tertentu. Salah satunya adalah Penerima Bantuan Iuran Jaminan Kesehatan (PBI-JK), sesuai aturan dan penilaian yang berlaku.
Dengan demikian, angka desil tidak dapat digunakan sebagai satu-satunya penentu bahwa seseorang pasti menerima bantuan sosial. Setiap program memiliki persyaratan dan ketentuan tersendiri yang perlu diperhatikan.

















