Pengguna yang mendapati akun Gmail mengalami perubahan tanpa izin perlu segera mengambil langkah pengamanan. Perubahan kata sandi, nomor telepon pemulihan, atau pengaturan akun dapat menjadi tanda bahwa orang lain telah memperoleh akses.
Jika akun sudah tidak dapat dibuka, pemulihan dapat dilakukan melalui halaman pemulihan Akun Google. Sementara itu, pengguna yang masih bisa masuk ke Gmail dapat langsung mengecek aktivitas keamanan, perangkat yang terhubung, informasi pemulihan, serta berbagai pengaturan akun.
Tanda-Tanda Akun Gmail Mengalami Akses Tidak Dikenal
Beberapa perubahan pada akun patut diperhatikan apabila pengguna tidak pernah melakukannya sendiri. Kondisi yang perlu diperiksa meliputi:
- Kata sandi berubah tanpa diketahui.
- Nomor telepon atau alamat email pemulihan mengalami perubahan.
- Terdapat perangkat yang tidak dikenal dalam daftar akses akun.
- Terlihat aktivitas login yang mencurigakan.
- Ada pesan yang terkirim dari akun tanpa dibuat oleh pengguna.
- Pengaturan Gmail berubah tanpa persetujuan.
Namun, perangkat atau lokasi yang tampak berbeda tidak otomatis menunjukkan bahwa akun telah diretas. Satu perangkat dapat memiliki beberapa sesi login, sedangkan informasi lokasi yang ditampilkan sistem juga tidak selalu menunjukkan posisi sebenarnya.
Langkah Mengembalikan Akun Gmail yang Diretas
Pengguna yang kehilangan akses ke akun dapat mencoba proses pemulihan Akun Google. Beberapa tahap yang dapat dilakukan sebagai berikut.
Gunakan Halaman Pemulihan Akun Google
Buka halaman pemulihan Akun Google apabila pengguna tidak dapat masuk karena kata sandi atau informasi akun telah berubah.
Dalam proses tersebut, Google akan meminta sejumlah informasi untuk memeriksa kepemilikan akun. Berikan jawaban sesuai informasi yang diketahui dan berkaitan dengan akun tersebut.
Berikan Informasi Akun yang Masih Diingat
Informasi lama yang masih diketahui dapat digunakan ketika proses pemulihan berlangsung. Misalnya, pengguna dapat memasukkan kata sandi yang pernah digunakan atau informasi pemulihan yang sebelumnya terhubung dengan akun.
Jawablah setiap pertanyaan dengan informasi yang paling tepat. Apabila informasi pemulihan baru saja mengalami perubahan, Google menyebut perubahan tersebut dapat membutuhkan waktu hingga tujuh hari untuk diterapkan.
Ganti dengan Kata Sandi Baru
Setelah proses pemulihan berhasil dan Google meminta pengguna membuat kata sandi baru, pilih kombinasi yang kuat dan belum pernah digunakan sebelumnya pada akun tersebut.
Apabila kata sandi lama juga digunakan pada layanan lain, segera ubah kata sandi di layanan tersebut. Langkah ini dapat membantu mengurangi risiko akun lain ikut diakses.
Langkah yang Perlu Dilakukan Jika Gmail Masih Bisa Dibuka
Pengguna yang masih memiliki akses tidak perlu menunggu sampai akun benar-benar terkunci. Pemeriksaan keamanan sebaiknya dilakukan segera untuk mengetahui apakah terdapat perubahan yang tidak dikenal.
Cek Aktivitas Keamanan
Masuk ke bagian keamanan Akun Google dan periksa aktivitas terbaru. Jika menemukan aktivitas yang tidak pernah dilakukan, ikuti petunjuk pengamanan yang diberikan Google.
Lihat Perangkat yang Memiliki Akses
Periksa daftar perangkat dan sesi yang sedang terhubung dengan akun. Jika ada perangkat atau sesi yang tidak dikenali, buka perangkat tersebut dan lakukan logout.
Pastikan Informasi Pemulihan Benar
Periksa kembali nomor telepon dan alamat email yang digunakan sebagai informasi pemulihan. Pastikan seluruhnya masih merupakan informasi milik pengguna.
Jika terdapat nomor atau email yang tidak pernah ditambahkan sendiri, segera lakukan perubahan melalui pengaturan keamanan Akun Google.
Aktifkan Verifikasi 2 Langkah
Setelah akses akun berhasil diamankan, aktifkan Verifikasi 2 Langkah. Fitur ini menambahkan perlindungan lain sehingga kata sandi bukan menjadi satu-satunya pengaman ketika akun diakses.
Kata sandi dan kode verifikasi juga harus dirahasiakan. Jangan memberikan kode tersebut atau menyetujui permintaan login yang tidak dilakukan sendiri.
Periksa Kembali Pengaturan Gmail
Pengguna yang berhasil mendapatkan kembali akun sebaiknya memeriksa pengaturan Gmail secara menyeluruh. Hal ini dilakukan untuk memastikan tidak ada perubahan yang ditinggalkan oleh pihak lain.
Perhatikan terutama pengaturan yang berhubungan dengan penerusan email dan pengiriman pesan. Jika terdapat konfigurasi yang tidak dikenal, segera hapus atau kembalikan pengaturannya, kemudian lanjutkan pemeriksaan keamanan akun.
Periksa Perangkat dari Malware
Aktivitas yang mencurigakan dan terus muncul setelah kata sandi diganti dapat menjadi alasan untuk memeriksa perangkat yang digunakan untuk mengakses Gmail.
Hapus aplikasi maupun ekstensi yang tidak dikenal. Hindari membuka atau memasang file dari sumber yang tidak terpercaya. Pembaruan sistem dan perangkat lunak keamanan juga perlu dilakukan agar perangkat tetap terlindungi.
Jangan Menggunakan Jasa Pemulihan Gmail yang Tidak Resmi
Pengguna sebaiknya tidak menyerahkan kata sandi atau kode verifikasi kepada orang yang menawarkan jasa pengembalian akun. Hindari pula layanan yang meminta data login dengan alasan dapat membantu memulihkan Gmail.
Proses pemulihan sebaiknya dilakukan melalui mekanisme resmi yang disediakan Google.
Cara Mengurangi Risiko Gmail Diretas Kembali
Beberapa kebiasaan dapat diterapkan untuk menjaga keamanan akun setelah berhasil dipulihkan, yaitu:
- Buat kata sandi yang kuat dan berbeda dari akun lain.
- Jangan menggunakan kata sandi Gmail pada layanan lainnya.
- Nyalakan Verifikasi 2 Langkah.
- Hindari memasukkan informasi login melalui tautan yang mencurigakan.
- Periksa secara berkala daftar perangkat yang memiliki akses.
- Tinjau aktivitas keamanan apabila menemukan login yang tidak dikenal.
- Jangan memberikan kode verifikasi kepada siapa pun.
- Lakukan pemeriksaan keamanan akun secara berkala.
Kesimpulan
Pengguna yang tidak lagi dapat mengakses Gmail setelah akun diretas dapat mencoba memulihkannya melalui halaman pemulihan Akun Google. Informasi yang masih diketahui, termasuk kata sandi yang pernah digunakan atau data pemulihan sebelumnya, dapat membantu proses verifikasi kepemilikan akun.
Jika Gmail masih dapat dibuka, periksa aktivitas keamanan, perangkat yang terhubung, informasi pemulihan, serta pengaturan Gmail. Setelah akses berhasil diamankan, buat kata sandi baru yang unik dan aktifkan Verifikasi 2 Langkah.
Pengguna juga perlu menghindari pihak yang menawarkan jasa pemulihan dengan meminta kata sandi atau kode verifikasi. Pemeriksaan perangkat dan keamanan akun secara berkala dapat membantu mengurangi risiko akses tidak sah kembali terjadi.

















