{"id":1275,"date":"2026-10-01T21:45:21","date_gmt":"2026-10-01T14:45:21","guid":{"rendered":"https:\/\/icosa2017.umsu.ac.id\/news\/?p=1275"},"modified":"2026-10-01T22:20:39","modified_gmt":"2026-10-01T15:20:39","slug":"cara-memulihkan-file-terhapus-di-laptop-atau-pc-windows","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/icosa2017.umsu.ac.id\/news\/cara-memulihkan-file-terhapus-di-laptop-atau-pc-windows\/","title":{"rendered":"Cara Memulihkan File Terhapus di Laptop atau PC Windows"},"content":{"rendered":"<p>File yang terhapus dari laptop atau PC Windows masih memiliki peluang untuk dipulihkan apabila ruang penyimpanannya belum digunakan oleh data baru. Pemeriksaan dapat dimulai dari Recycle Bin, kemudian dilanjutkan dengan mengecek File History atau backup yang tersedia.<\/p>\n<p>Apabila kedua cara tersebut tidak menemukan file yang dicari, pengguna dapat mencoba Windows File Recovery dari Microsoft atau aplikasi pemulihan data lainnya.<\/p>\n<p>File yang baru saja terhapus sebaiknya segera ditangani. Hindari aktivitas yang menghasilkan banyak data pada drive tersebut, seperti mengunduh file berukuran besar, memasang aplikasi baru, atau memindahkan banyak data. Aktivitas tersebut berpotensi membuat data baru menempati ruang yang sebelumnya digunakan file yang terhapus.<\/p>\n<h2>Cek Recycle Bin Terlebih Dahulu<\/h2>\n<p>Recycle Bin menjadi tempat pertama yang perlu diperiksa setelah file terhapus. Buka folder tersebut dan cari file yang ingin dikembalikan.<\/p>\n<p>Jika file ditemukan, klik kanan pada file tersebut kemudian pilih Restore. Windows akan mengembalikannya ke folder atau lokasi tempat file tersebut berada sebelum dihapus.<\/p>\n<h2>Periksa File History dan Versi Sebelumnya<\/h2>\n<p>File yang tidak ditemukan di Recycle Bin masih dapat dicari melalui File History atau fitur versi sebelumnya, tetapi metode ini hanya dapat digunakan apabila sebelumnya memang terdapat salinan atau versi yang tersimpan.<\/p>\n<p>Langkah yang dapat dilakukan yaitu:<\/p>\n<ul>\n<li>Buka File Explorer.<\/li>\n<li>Buka folder yang sebelumnya menyimpan file tersebut.<\/li>\n<li>Klik kanan pada folder, kemudian pilih Restore previous versions.<\/li>\n<li>Periksa daftar versi yang tersedia dan pilih versi yang masih memuat file.<\/li>\n<li>Gunakan pilihan Restore atau Restore to\u2026 untuk mengembalikannya.<\/li>\n<\/ul>\n<p>Jika tidak ada versi sebelumnya atau backup yang tersimpan, lanjutkan dengan metode pemulihan lainnya.<\/p>\n<h2>Manfaatkan Windows File Recovery<\/h2>\n<p>Windows File Recovery merupakan alat dari Microsoft yang dapat digunakan untuk mencoba mendapatkan kembali file yang telah terhapus dari penyimpanan lokal.<\/p>\n<p>Dalam penggunaannya, diperlukan dua drive berbeda. Drive pertama berfungsi sebagai sumber tempat file sebelumnya tersimpan, sedangkan drive kedua digunakan untuk menampung hasil pemulihan.<\/p>\n<p>Sebagai contoh, drive sumber menggunakan C: dan drive tujuan menggunakan E:.<\/p>\n<h2>Pulihkan File Baru Terhapus dengan Mode Regular<\/h2>\n<p>Pada drive berformat NTFS yang masih sehat, terutama untuk file yang baru saja terhapus, mode Regular dapat dicoba lebih dahulu.<\/p>\n<p>Untuk mencari dokumen Word dan PDF, perintahnya dapat ditulis sebagai berikut:<\/p>\n<ul>\n<li>winfr C: E: \/regular \/n *.docx \/n *.pdf<\/li>\n<\/ul>\n<p>Sementara untuk mencari file gambar, gunakan:<\/p>\n<ul>\n<li>winfr C: E: \/regular \/n *.jpg \/n *.jpeg \/n *.png<\/li>\n<\/ul>\n<h2>Gunakan Mode Extensive Jika Diperlukan<\/h2>\n<p>Jika mode Regular tidak berhasil menemukan file, pencarian dapat dilanjutkan menggunakan Extensive.<\/p>\n<p>Mode ini dapat digunakan pada kondisi tertentu, termasuk file NTFS yang sudah lebih lama terhapus, drive yang telah diformat, disk tertentu yang mengalami masalah, serta penyimpanan dengan sistem file FAT atau exFAT.<\/p>\n<p>Contoh perintah untuk mencari file gambar:<\/p>\n<ul>\n<li>winfr C: E: \/extensive \/n *.jpg \/n *.png<\/li>\n<\/ul>\n<p>Pencarian juga dapat diarahkan ke folder tertentu apabila lokasi awal file masih diketahui. Contohnya:<\/p>\n<ul>\n<li>winfr C: E: \/regular \/n \\Users\\NamaPengguna\\Documents\\<\/li>\n<\/ul>\n<p>Bagian NamaPengguna perlu diganti dengan nama folder akun Windows yang digunakan pada komputer tersebut.<\/p>\n<p>Setelah perintah dijalankan, ikuti instruksi yang muncul pada layar. Apabila sistem meminta konfirmasi, tekan Y. File yang berhasil dipulihkan akan ditempatkan pada folder recovery di drive tujuan.<\/p>\n<h2>Pertimbangkan Software Recovery Lain<\/h2>\n<p>Apabila Windows File Recovery belum menemukan file yang dibutuhkan, pengguna dapat mencoba perangkat lunak pemulihan data lain, seperti Recuva, EaseUS Data Recovery Wizard, atau aplikasi recovery sejenis.<\/p>\n<p>Prosesnya umumnya dimulai dengan menentukan drive yang ingin diperiksa, menjalankan pemindaian, memilih file yang ditemukan, kemudian menyimpan hasil pemulihan ke drive berbeda. Sejumlah aplikasi juga menyediakan pemindaian mendalam apabila pemindaian biasa belum menemukan data.<\/p>\n<h2>Batasi Aktivitas pada Drive yang File-nya Terhapus<\/h2>\n<p>Penggunaan drive setelah file dihapus perlu dibatasi. Ruang yang sebelumnya ditempati file tersebut dapat kembali digunakan oleh sistem untuk menyimpan data lain.<\/p>\n<p>Ketika data baru menempati ruang tersebut, sebagian atau seluruh informasi dari file lama dapat tertimpa. Kondisi ini dapat membuat proses pemulihan menjadi lebih sulit atau bahkan tidak memungkinkan.<\/p>\n<p>Karena itu, hentikan aktivitas yang tidak diperlukan pada drive tersebut dan jangan menyimpan hasil recovery ke drive yang sama dengan sumber file yang hilang.<\/p>\n<h2>CHKDSK dan ATTRIB Memiliki Fungsi Berbeda<\/h2>\n<p>CHKDSK bukan alat khusus untuk mengembalikan file yang sudah terhapus. Fungsinya berkaitan dengan pemeriksaan serta perbaikan masalah pada sistem file atau volume.<\/p>\n<p>Sementara itu, ATTRIB digunakan untuk mengatur atribut file, termasuk status Hidden dan Read-only. Perintah ini dapat berguna apabila file sebenarnya masih berada di penyimpanan tetapi tidak terlihat karena tersembunyi.<\/p>\n<p>Jika file memang sudah dihapus, gunakan metode pemulihan seperti Windows File Recovery, bukan ATTRIB.<\/p>\n<h2>Kesimpulan<\/h2>\n<p>Pemulihan file di Windows dapat dilakukan secara bertahap dengan memeriksa Recycle Bin, kemudian File History atau backup, dilanjutkan menggunakan Windows File Recovery, dan terakhir mempertimbangkan software recovery lainnya.<\/p>\n<p>Untuk file yang baru terhapus pada drive NTFS, mode Regular dapat dicoba terlebih dahulu. Jika belum berhasil, pencarian dapat diteruskan dengan mode Extensive sesuai kondisi penyimpanan.<\/p>\n<p>Keberhasilan recovery tidak dapat dipastikan untuk setiap kasus. Kondisi drive serta kemungkinan ruang penyimpanan file sudah tertimpa data baru menjadi faktor penting yang memengaruhi hasil pemulihan.<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>File yang terhapus dari laptop atau PC Windows masih memiliki peluang untuk dipulihkan apabila ruang penyimpanannya belum digunakan oleh data baru. Pemeriksaan dapat dimulai dari Recycle Bin, kemudian dilanjutkan dengan mengecek File History atau backup yang tersedia. Apabila kedua cara tersebut tidak menemukan file yang dicari, pengguna dapat mencoba Windows File Recovery dari Microsoft atau [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":1276,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"jnews-multi-image_gallery":[],"jnews_single_post":[],"jnews_primary_category":[],"jnews_review":[],"enable_review":"","type":"","name":"","summary":"","brand":"","sku":"","good":[],"bad":[],"score_override":"","override_value":"","rating":[],"price":[],"footnotes":""},"categories":[33,5],"tags":[2067,2072,2066,2069,2075,2074,2068,2070,2073,2071],"class_list":["post-1275","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-info","category-jnews_demo_laptop","tag-cara-memulihkan-file-terhapus","tag-cara-mengembalikan-data-terhapus","tag-cara-mengembalikan-file-terhapus","tag-cara-recovery-file-windows","tag-cara-restore-file-windows","tag-file-hilang-di-windows","tag-file-terhapus-di-laptop","tag-mengembalikan-file-terhapus-di-pc","tag-recovery-data-laptop","tag-windows-file-recovery"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/icosa2017.umsu.ac.id\/news\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/1275","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/icosa2017.umsu.ac.id\/news\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/icosa2017.umsu.ac.id\/news\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/icosa2017.umsu.ac.id\/news\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/icosa2017.umsu.ac.id\/news\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=1275"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/icosa2017.umsu.ac.id\/news\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/1275\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":1277,"href":"https:\/\/icosa2017.umsu.ac.id\/news\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/1275\/revisions\/1277"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/icosa2017.umsu.ac.id\/news\/wp-json\/wp\/v2\/media\/1276"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/icosa2017.umsu.ac.id\/news\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=1275"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/icosa2017.umsu.ac.id\/news\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=1275"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/icosa2017.umsu.ac.id\/news\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=1275"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}